Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

LMAT Dukung Groundbreaking Blok Masela, Tegaskan Hak Masyarakat Adat Tanimbar Wajib Dihormati

287
×

LMAT Dukung Groundbreaking Blok Masela, Tegaskan Hak Masyarakat Adat Tanimbar Wajib Dihormati

Sebarkan artikel ini

Jakarta Three Fakta News-Lembaga Masyarakat Adat Tanimbar (LMAT) meneguhkan dukungan terhadap pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela yang dikembangkan INPEX Masela Ltd  bersama SKK Migas.

Namun, dukungan tersebut disertai penegasan bahwa seluruh tahapan proyek harus tetap menghormati hak-hak masyarakat adat di Bumi Duan Lolat.

Example 300x600

Pernyataan itu disampaikan dalam audiensi antara LMAT, SKK Migas, dan pihak terkait di Jakarta, Sabtu (4/4/2026). Meski sempat berlangsung dinamis, pertemuan akhirnya menghasilkan kesepahaman mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara percepatan investasi nasional dan perlindungan hak masyarakat adat.

Ketua Dewan Pendiri LMAT, Dany Metatu, menekankan bahwa masyarakat adat tidak menghambat pembangunan, tetapi menginginkan investasi berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang telah diwariskan turun-temurun.

“Kami dari LMAT tetap berkomitmen mendukung penuh kegiatan INPEX Blok Masela yang berada di atas wilayah adat Tanimbar. Namun harus ada keseimbangan. Proyek boleh jalan, investasi harus masuk, tetapi wajib taat kepada ketentuan-ketentuan adat di Bumi Duan Lolat,” tegas Dany.

Sebagai salah satu proyek hulu migas terbesar di Indonesia, Blok Masela atau Abadi LNG diperkirakan memiliki nilai investasi sekitar US$20 miliar. Pemerintah menargetkan tahap Front End Engineering Design (FEED) dimulai pada kuartal III 2026, sementara produksi LNG perdana ditargetkan berlangsung pada 2029.

Selain menjadi motor penggerak ekonomi nasional, proyek tersebut diproyeksikan menyerap sekitar 30 ribu tenaga kerja selama masa konstruksi serta membuka ribuan lapangan kerja saat memasuki fase operasi.

Dalam audiensi tersebut, LMAT menyampaikan tiga poin utama sebagai syarat agar pembangunan berjalan secara adil dan berkelanjutan.

Pertama, seluruh aktivitas proyek harus mengakui dan melindungi hak masyarakat adat, termasuk penghormatan terhadap tanah ulayat, hukum adat, dan nilai-nilai budaya lokal.

Kedua, LMAT meminta agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tenaga kerja lokal, serta pengusaha asal Maluku mendapatkan prioritas dalam rantai pasok dan peluang ekonomi yang tercipta dari proyek Blok Masela.

Ketiga, LMAT mendorong terbentuknya forum komunikasi yang melibatkan pemerintah, SKK Migas, INPEX Masela Ltd., dan lembaga adat guna menyelesaikan berbagai persoalan secara berkala melalui dialog.

Lebih lanjut, Dany menyebut, keberhasilan Blok Masela tidak hanya diukur dari besarnya investasi, tetapi juga dari kemampuan proyek tersebut menghadirkan manfaat nyata tanpa mengesampingkan hak masyarakat adat.

“Proyek ini adalah harapan besar bagi Indonesia Timur. Namun, kemajuan tidak boleh mengorbankan jati diri serta hak masyarakat adat. Itulah pesan yang kami sampaikan kepada SKK Migas dan INPEX,” ujarnya.

LMAT berharap groundbreaking Blok Masela menjadi momentum lahirnya model pembangunan yang mampu mempertemukan kepentingan investasi nasional dengan perlindungan masyarakat adat, sehingga keduanya dapat berjalan beriringan dalam semangat Duan Lolat.

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!