Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Gelombang Tinggi 4 Meter Hantam Perairan Tanimbar, UPP Saumlaki Tunda Keberangkatan Kapal Demi Keselamatan

129
×

Gelombang Tinggi 4 Meter Hantam Perairan Tanimbar, UPP Saumlaki Tunda Keberangkatan Kapal Demi Keselamatan

Sebarkan artikel ini

Saumlaki Three Fakta News -Ancaman gelombang setinggi empat meter memaksa Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Saumlaki menunda sementara keberangkatan kapal di wilayah Kepulauan Tanimbar.

Kebijakan ini diambil setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.

Example 300x600

Peringatan tersebut tertuang dalam surat resmi Nomor UM.006/6/2/UPP.SXK-2026 tertanggal 22 Juni 2026. Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, tinggi gelombang di sejumlah perairan strategis Maluku diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Kondisi berbahaya itu berlaku mulai Senin, 22 Juni 2026 pukul 09.00 WIT hingga Selasa, 23 Juni 2026 pukul 09.00 WIT. Selain gelombang tinggi, kecepatan angin di beberapa wilayah perairan tercatat berpotensi melampaui 25 knot.

Wilayah yang masuk zona kewaspadaan meliputi Perairan Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Babar, Laut Arafura, Perairan Banda Neira, dan Perairan Kepulauan Kai. Kawasan-kawasan tersebut merupakan jalur pelayaran penting yang setiap hari dilintasi kapal penumpang, kapal barang, maupun armada nelayan.

Merespons kondisi tersebut, UPP Kelas II Saumlaki mengambil langkah pengamanan dengan menunda sementara keberangkatan kapal hingga cuaca kembali kondusif. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mencegah kecelakaan laut yang dapat menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.

“Keselamatan pelayaran merupakan prioritas utama. Seluruh pengguna jasa transportasi laut diminta mematuhi arahan otoritas pelabuhan dan memperhatikan perkembangan cuaca sebelum berlayar,” demikian imbauan yang disampaikan dalam pemberitahuan resmi UPP Saumlaki.

Lebih lanjut, otoritas pelabuhan meminta perusahaan pelayaran, nakhoda, pemilik kapal, dan operator transportasi laut meningkatkan kewaspadaan selama periode peringatan dini berlangsung. Setiap keputusan pelayaran harus mempertimbangkan kondisi cuaca terkini demi menghindari risiko di laut.

Sementara itu, masyarakat pesisir dan nelayan diimbau menunda aktivitas melaut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan. Gelombang tinggi dan angin kencang dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi kapal berukuran kecil.

Langkah mitigasi ini dinilai krusial mengingat Kepulauan Tanimbar dan Laut Arafura merupakan urat nadi transportasi laut di kawasan selatan Maluku. Ketika cuaca ekstrem terjadi, keselamatan manusia harus menjadi pertimbangan utama di atas kepentingan operasional pelayaran.

Dengan masih berlangsungnya peringatan dini BMKG, masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi dan tidak mengabaikan setiap imbauan keselamatan yang dikeluarkan otoritas terkait.

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!