Saumlaki Three Fakta News–Pengabdian sejati tak pernah dibatasi oleh masa jabatan maupun sekat geografis. Prinsip inilah yang melekat pada sosok Letkol Inf. Hendra Suryaningrat, S.Sos.
Mantan Komandan Kodim (Dandim) 1507/Saumlaki tersebut kembali mengukir sejarah di Bumi Duan Lolat dengan resmi diangkat sebagai Penasihat Lembaga Masyarakat Adat Tanimbar (LMAT). Resepsi pengangkatan secara adat digelar dengan khidmat, Kamis, (2/7/2026) berlangsung di Villa Bukit Indah, Saumlaki.
Langkah ini menjadi momentum langka, mengingat Letkol Hendra merupakan tokoh dari luar Kepulauan Tanimbar yang justru mendapat tempat terhormat di struktur tertinggi lembaga adat setempat. Sebelumnya, ia juga telah dianugerahi gelar adat sebagai Putra Lima Satu Seira Alelyaman Refwalu.
Simbol Ketulusan di Bumi Duan Lolat
Ketua Umum Lembaga Masyarakat Adat (LMAT), Forney Ch. Sanamaae, menggarisbawahi bahwa keputusan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk penghormatan tertinggi atas dedikasi nyata Letkol Hendra. Selama memimpin Kodim 1507/Saumlaki, ia dinilai konsisten menjaga, menghormati, dan melestarikan tatanan adat Tanimbar.
”Beliau adalah representasi pemimpin yang melampaui sekat birokrasi. Ia tidak hanya hadir sebagai aparat negara, tetapi menyatu sebagai sahabat sejati masyarakat adat. Ketulusannya merawat kearifan lokal kami adalah alasan utama mengapa LMAT kembali mendaulatnya sebagai penasihat,” ungkap Forney Ch. Sanamaae.
Merajut Sinergi demi Masa Depan Tanimbar
Pengangkatan ini membawa misi strategis bagi masa depan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Kehadiran Letkol Hendra di dalam struktur LMAT diharapkan mampu:
Memperkuat Sinergi: Menjembatani komunikasi antara lembaga adat, pemerintah, dan aparat keamanan.
Benteng Budaya: Memastikan arus modernisasi dan pembangunan di Tanimbar tetap berjalan beriringan tanpa menggerus hukum adat.
Perekat Persatuan: Menjadi figur penengah yang menjaga harmonisasi sosial di tengah masyarakat.
Catatan Redaksi: Pesan dari Tanimbar untuk Indonesia; Didaulatnya Letkol Inf. Hendra Suryaningrat sebagai Penasihat LMAT mengirimkan pesan kuat ke tingkat nasional: bahwa kepemimpinan yang berbasis pada hati dan penghormatan terhadap budaya lokal akan selalu mendapatkan tempat di hati rakyat.
Karena, Pengabdian sejati tidak diukur dari mana seseorang berasal, melainkan dari seberapa besar dampak dan ketulusan yang ditinggalkannya untuk masyarakat.

















