Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Menggugat Marwah Nama: Tokoh Adat Pulau Marsela Minta Hadir dalam Groundbreaking Blok Masela

481
×

Menggugat Marwah Nama: Tokoh Adat Pulau Marsela Minta Hadir dalam Groundbreaking Blok Masela

Sebarkan artikel ini

Saumlaki Three Fakta News -Menjelang groundbreaking (peletakan batu pertama) Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Migas Abadi Masela di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), sebuah riak esensial muncul dari beranda selatan Maluku.

Tokoh adat Pulau Marsela, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), menyampaikan harapan agar diberikan ruang kolaborasi dan keterlibatan langsung dalam momentum bersejarah tersebut.

Example 300x600

Langkah ini bukan sekadar urusan seremonial, melainkan sebuah gugatan moral dan kultural atas proyek bernilai fantastis tersebut.

Ikatan Historis dan Beban Dampak

Tokoh masyarakat adat Pulau Marsela, Ruben Kelabora, meminta Pemerintah Provinsi Maluku dan pemangku adat setempat untuk membuka pintu komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten MBD serta masyarakat adat Pulau Marsela.

Menurut Ruben, keterlibatan mereka didasarkan pada tiga pilar kokoh: historis, kultural, dan moral adati.

Secara fundamental, nama Masela yang mendunia dan melekat pada proyek migas raksasa ini lahir dan berakar dari Pulau Marsela.

Atas dasar itulah, masyarakat adat setempat dinilai sangat layak mendapatkan penghormatan tertinggi untuk berdiri sebagai bagian dari tuan rumah.

“Kami berharap dalam acara peletakan batu pertama nanti, tokoh adat dari Pulau Marsela dapat hadir bersama tokoh adat dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai bagian dari tuan rumah kegiatan,” ujar Ruben melalui via seluler dari Jakarta, Sabtu (27/6/2026)

Untuk diketahui, Selain faktor historis, Pulau Marsela merupakan wilayah yang bersentuhan langsung dengan pusaran pengembangan proyek ini-baik dari segi geografis sebagai wilayah penghasil, maupun sebagai zona yang akan menerima dampak langsung dari aktivitas eksploitasi Blok Migas Abadi Masela.

Oleh karena itu, Ruben secara eksplisit menerangkan bahwa masyarakat adat Pulau Marsela mendukung penuh percepatan pembangunan PSN Blok Masela. Mereka meyakini proyek ini akan menjadi katalisator besar bagi pembangunan daerah dan lompatan kesejahteraan masyarakat.

Kami mendukung sepenuhnya pelaksanaan peletakan batu pertama sebagai awal perjalanan proyek strategis nasional demi kesejahteraan masyarakat,” cetusnya.

Namun, dukungan tersebut berjalan beriringan dengan syarat mutlak: penghormatan terhadap nilai-nilai sakral adat dan budaya Maluku.

Meminta Kolaborasi untuk Pemangku Kebijakan

Sebelum alat berat mulai bekerja di tanah Tanimbar, Ruben meminta atensi serius dari jajaran pengambil keputusan tertinggi:

Pemerintah Pusat & Pemerintah Provinsi Maluku

Kementerian ESDM & SKK Migas

Pangdam Pattimura

INPEX (selaku operator)

Masyarakat adat Pulau Marsela mendesak agar aspirasi ini dipertimbangkan matang sebelum genderang groundbreaking ditabuh.

Selain itu, Ruben memohon, Pemerintah Provinsi Maluku, melalui mediasi Pangdam Pattimura, dapat memastikan kehadiran para tetua adat Pulau Marsela dalam prosesi sakral tersebut.

“Sebagai bentuk penghormatan terhadap sakralnya adat Maluku Tenggara Raya serta Pulau Marsela yang namanya diabadikan menjadi nama blok migas raksasa tersebut, kehadiran mereka (para tetua adat) akan menjadi simbol kekuatan adat. Dengan begitu, pembangunan dapat berjalan kokoh, harmonis, tanpa kendala, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” pungkas Ruben.

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!