Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

KONTROVERSI TRANSPARANSI REKRUTMEN BPI: Publik Merasa “Diprank” 10 Tahapan Seleksi Gaib yang Muncul Mendadak!

262
×

KONTROVERSI TRANSPARANSI REKRUTMEN BPI: Publik Merasa “Diprank” 10 Tahapan Seleksi Gaib yang Muncul Mendadak!

Sebarkan artikel ini

Saumlaki Three Fakta News-Integritas PT Bangkit Prestasi Insani (BPI) kini berada di titik nadir. Proses penerimaan calon tenaga kerja yang seharusnya menjadi angin segar bagi putra-putri daerah, justru berubah menjadi polemik panas yang memicu kemarahan publik.

BPI dituding melakukan praktik “jebakan administrasi” setelah rincian 10 tahapan seleksi ketat baru diungkapkan ke publik justru saat proses pendaftaran telah berjalan. informasi krusial yang secara misterius absen dalam pengumuman awal.

Example 300x600

Informasi yang Tercecer atau Sengaja Disembunyikan?

Berdasarkan dokumen pengumuman resmi yang tersebar sebelumnya, BPI hanya menarasikan penerimaan peserta untuk “proses pelatihan”. Tidak ada satu pun klausul eksplisit yang membedah adanya 10 lapis barikade seleksi yang berpotensi menggugurkan peserta di setiap tikungan.

Tak hanya itu, Minimnya rincian mengenai mekanisme penilaian, kredibilitas sertifikasi, hingga ketidakjelasan status penempatan kerja pasca-pelatihan menciptakan ruang gelap yang rentan akan spekulasi.

Kami mendaftar karena narasi awalnya adalah pelatihan untuk pemberdayaan. Jika sejak awal ada 10 tahapan seleksi yang bisa membuat kami gugur di tengah jalan tanpa kepastian, mengapa baru bicara sekarang? Ini bukan sekadar kurang informasi, ini adalah bentuk ketidakterbukaan yang mencederai harapan kami,” ungkap salah satu calon peserta dengan nada kecewa saat ditemui di Saumlaki, Rabu (8/7).

Warga tersebut mengaku telah mempertaruhkan waktu, tenaga, bahkan biaya logistik untuk melengkapi berkas yang rumit, hanya untuk menyadari bahwa ia baru saja memasuki “labirin” seleksi yang aturannya baru dibuat setelah pemain masuk ke lapangan.

Kekisruhan ini mencapai puncaknya setelah pernyataan Hariston Duarmas mencuat di salah satu media lokal, yang secara santai membeberkan adanya 10 tahapan seleksi tersebut.

Pernyataan ini bak menyiram bensin ke api, karena publik merasa informasi ini seharusnya bersifat fundamental dan wajib disertakan dalam Term of Reference (ToR) rekrutmen sejak hari pertama.

“Jika mekanismenya sudah siap, mengapa harus menunggu pendaftaran dibuka baru diumumkan lewat media secara parsial? Apakah ada skenario yang sedang disembunyikan?” tanya seorang tokoh pemuda setempat yang turut memantau jalannya proses ini.

Publik kini mendesak BPI untuk tidak hanya sekadar memberikan klarifikasi basa-basi di media, melainkan melakukan audit transparansi atas seluruh proses rekrutmen. Tuntutan masyarakat sangat jelas:

1. Penjelasan logis mengapa 10 tahapan tersebut absen di pengumuman awal.

2. Siapa pihak ketiga atau lembaga pengawas independen yang menjamin objektivitas setiap tahapan.

3. Transparansi kriteria penilaian (skoring) agar tidak menjadi celah praktik nepotisme.

Publik menekankan, tingginya antusiasme warga terhadap peluang kerja di sektor strategis ini tidak boleh dijadikan alat untuk memanipulasi harapan publik.

Keterbukaan informasi yang mumpuni bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan syarat mutlak agar investasi yang masuk ke daerah tidak menyisakan luka ketidakadilan bagi masyarakat lokal yang hanya ingin berdaulat di tanahnya sendiri.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Bangkit Prestasi Insani (BPI) belum memberikan pernyataan resmi terkait desakan publik untuk membedah ulang prosedur rekrutmen yang dinilai cacat transparansi tersebut.

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!