Saumlaki Three Fakta News -PT Bangkit Prestasi Insani (BPI) menegaskan, program pendataan, registrasi, dan rekrutmen calon peserta pelatihan standar industri minyak dan gas (migas) merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal Kepulauan Tanimbar agar mampu bersaing memasuki dunia kerja, termasuk menghadapi peluang yang akan terbuka seiring pengembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela.
Hal ini disampaikan Koordinator PT Bangkit Prestasi Insani, (BPI), Cabang Tanimbar, Ariston Duarmas, diruang kerjanya, Rabu (8/7/2026) pukul 16:48 WIT.
Ia mengatakan, seluruh tahapan seleksi yang diterapkan merupakan prosedur ketenagakerjaan yang lazim digunakan perusahaan nasional maupun internasional untuk memastikan kesiapan calon tenaga kerja.
“Sepuluh tahapan yang kami jalankan itu merupakan prosedur standar. Tujuannya bukan untuk mempersulit masyarakat, tetapi agar semua calon tenaga kerja benar-benar siap ketika dibutuhkan perusahaan,” ujar Ariston.
Menurutnya, BPI tidak hanya mempersiapkan tenaga kerja untuk kebutuhan Blok Masela. BPI juga telah membangun komunikasi dan kemitraan dengan sejumlah Investor, sehingga peluang kerja bagi masyarakat Tanimbar tidak bergantung pada satu pekerjaan.
“Blok Masela sebagai indikator peluang. Ke depan masih banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Karena itu kami ingin SDM Tanimbar sudah siap bersaing di dunia industri sehingga tidak berpeluang menjadi penonton di tanah sendiri,” katanya.
Lebih lanjut, Ariston menjelaskan, pengembangan SDM merupakan klaster pertama dalam program yang dijalankan BPI melalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah sebagai bentuk sinergi meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.
Ia juga membantah anggapan bahwa proses pendataan dilakukan secara tertutup. Menurutnya, mekanisme rekrutmen peserta pelatihan dilaksanakan secara terbuka agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama mengikuti proses seleksi.
“Data awal berasal dari pemerintah daerah. Setelah itu BPI melakukan verifikasi secara terbuka agar semuanya jelas dan akuntabel,” jelasnya.
Hingga penutupan pendaftaran secara keseluruhan pada Rabu (8/7/2026), tercatat lebih dari 3.500 warga telah mendaftarkan diri sebagai calon peserta pelatihan. Setelah proses verifikasi selesai, hasil pendataan akan disampaikan kepada pemerintah daerah.
“Hasil verifikasi akan diteruskan kepada pemerintah daerah sebagai dasar penyusunan kerja sama dengan mitra sehingga data yang digunakan benar-benar valid,” kata Ariston.
Selaku penanggung jawab BPI Tanimbar, Ariston kembali menegaskan bahwa prioritas utama tetap diberikan kepada masyarakat lokal sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, kelengkapan administrasi dan kompetensi menjadi faktor penting agar putra-putri Tanimbar mampu bersaing ketika peluang kerja di sektor industri mulai terbuka.
Ia menambahkan, setiap calon peserta pelatihan wajib memenuhi 10 tahapan yang telah ditetapkan, meliputi seleksi administrasi, pembentukan karakter dan fisik, sertifikasi serta kompetensi teknis, pengembangan diri dan legalitas, pengalaman serta integrasi industri, pelatihan keselamatan kerja secara berkala, pelatihan karakter dan kepemimpinan, pendataan payroll dan asuransi, penempatan atau magang di industri, hingga memasuki dunia kerja.
Langkah BPI tersebut sejalan dengan aspirasi berbagai tokoh masyarakat, akademisi, dan pemuka adat di Kepulauan Tanimbar yang selama ini terus mengingatkan pentingnya mempersiapkan SDM lokal sebelum investasi berskala besar, termasuk Blok Masela, memasuki tahap operasional.
Penguatan kapasitas tenaga kerja, peningkatan kompetensi, dan pendataan tenaga kerja lokal dinilai menjadi bagian penting untuk memperbesar peluang masyarakat Tanimbar berpartisipasi secara langsung dalam berbagai investasi yang berkembang di daerahnya, sehingga putra daerah tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.

















