Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Kadis Disporaparekraf Papua Selatan: Experience Bangun Brand Awareness dan Buka Peluang Pariwisata Nasional

115
×

Kadis Disporaparekraf Papua Selatan: Experience Bangun Brand Awareness dan Buka Peluang Pariwisata Nasional

Sebarkan artikel ini

Jakarta Three Fakta News -Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Provinsi Papua Selatan, Soleman Jambormias, menegaskan bahwa penyelenggaraan Experience Papua Selatan merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Pernyataan tersebut disampaikan kepada awak media saat sesi wawancara di sela-sela penutupan Experience Papua Selatan, sebuah ajang promosi budaya dan pariwisata bertema “Nikmati Budayanya, Cicipi Kulinernya, Temui Masyarakatnya, Rasakan Papua Selatan”, yang digelar di kawasan Sarinah, Jakarta, Minggu (26/7/2026).

Example 300x600

Menurut Soleman, kegiatan tersebut menjadi momentum penting karena Papua Selatan sebagai provinsi baru masih membutuhkan penguatan citra (brand awareness) di tingkat nasional.

“Ini adalah upaya membangun brand awareness pertama bagi Papua Selatan setelah empat tahun berdirinya provinsi ini. Banyak masyarakat di Pulau Jawa yang masih menganggap Papua itu satu kesatuan, padahal kini Papua telah memiliki beberapa provinsi. Karena itu kami ingin mengedukasi masyarakat Indonesia tentang keberadaan dan potensi Papua Selatan,” ujar Jambormias.

Ia menjelaskan, promosi tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran pariwisata yang tidak hanya memperkenalkan destinasi wisata, tetapi juga kekayaan budaya, ekonomi kreatif, serta potensi unggulan daerah.

Papua Selatan, lanjutnya, memiliki beragam produk khas yang layak dipasarkan secara lebih luas. Mulai dari kerajinan berbahan kulit buaya seperti dompet, sepatu dan ikat pinggang, aneka noken, ukiran khas Asmat, hingga hasil pertanian dan kekayaan perikanan yang melimpah.

“Produk ekonomi kreatif kami sangat banyak. Selain kerajinan khas, hasil laut Papua Selatan juga sangat melimpah. Kami ingin membuka peluang pasar yang lebih besar melalui promosi seperti ini dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak,” katanya.

Jambormias mengungkapkan, antusiasme masyarakat Jakarta terhadap kehadiran Papua Selatan cukup tinggi. Bahkan, pengelola Sarinah disebut telah menyatakan minat untuk memasarkan batik khas Merauke sebagai bagian dari produk unggulan daerah.

“Masyarakat Nusantara yang datang ke Sarinah terlihat bangga melihat Papua Selatan hadir di sini. Bahkan ada keinginan agar batik khas Merauke dapat dipasarkan di Sarinah. Ini menjadi peluang yang sangat baik bagi pelaku UMKM kami,” ungkapnya.

Sebagai putra Maluku yang dipercaya memimpin Disporaparekraf Papua Selatan, Soleman mengatakan pengabdian tidak dibatasi oleh asal daerah, melainkan bagaimana seseorang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Di mana pun Tuhan menempatkan kita, di situlah kita mengabdi dan melayani. Yang terpenting adalah bagaimana kehadiran kita dapat memberi dampak, mengangkat martabat dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat Indonesia untuk datang langsung ke Papua Selatan melalui berbagai agenda wisata dan budaya yang telah masuk dalam kalender nasional. Di antaranya Festival Budaya Asmat yang telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) dan dikenal hingga mancanegara, Festival Digul di Merauke, serta Festival Sejuta Rawa di Mappi.

Meski mengakui biaya transportasi udara menuju Papua Selatan masih menjadi tantangan, Soleman optimistis kondisi tersebut akan semakin membaik seiring bertambahnya rute penerbangan.

“Kami berharap semakin banyak maskapai yang membuka penerbangan ke Papua Selatan sehingga harga tiket bisa lebih terjangkau. Infrastruktur pendukung seperti hotel juga sudah tersedia dan siap menyambut wisatawan. Papua Selatan sangat siap menerima kunjungan dari seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!