Tanimbar Three Fakta News -Pemerintah resmi memulai pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dipimpin Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.
Prosesi tersebut menandai dimulainya pembangunan salah satu proyek gas alam terbesar di Indonesia dengan nilai investasi sekitar Rp140 triliun. Presiden Prabowo mengikuti jalannya acara melalui konferensi video dari Istana Negara.
Sementara di lokasi hadir jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Penjabat Gubernur Maluku, Bupati Kepulauan Tanimbar, unsur pimpinan TNI-Polri, serta direksi Inpex Corporation sebagai kontraktor utama proyek.
Blok Masela dikembangkan menggunakan konsep fasilitas produksi di darat (onshore) di Pulau Yamdena. Skema ini diharapkan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah melalui peningkatan aktivitas industri, penyerapan tenaga kerja, dan pengembangan infrastruktur pendukung.
Secara teknis, proyek tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 9,5 juta ton liquefied natural gas (LNG) per tahun, disertai pasokan gas pipa sebesar 150 juta kaki kubik per hari untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.
Dalam arahannya secara virtual, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengembangan Blok Masela merupakan bagian dari strategi nasional untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia melalui penguatan sektor energi.
“Kita memerlukan energi ini untuk melaksanakan transformasi bangsa. Kita ingin menjadi negara modern, bangsa yang produktif seperti negara-negara maju,” kata Presiden Prabowo dari Istana Negara.
Presiden juga menekankan pentingnya membangun kemitraan yang saling menguntungkan antara pemerintah dan investor guna menjaga keberlanjutan investasi di Indonesia.
“Para investor harus memperoleh keuntungan, tapi kita tidak ingin mitra merasa dirugikan. Kita membangun kemitraan yang setara, dengan harga diri sebagai bangsa,” ujarnya.
Pemerintah memastikan seluruh tahapan pembangunan dan pengelolaan proyek dilaksanakan secara transparan dan profesional dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional serta kesejahteraan masyarakat Maluku.
Blok Masela ditargetkan mencapai first gas pada 2029. Saat mulai beroperasi penuh, proyek ini diproyeksikan mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan gas nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen dan eksportir LNG utama di kawasan Asia Pasifik.
Selain memperkuat ketahanan energi nasional, proyek ini diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan berkembangnya industri pendukung.
Salah seorang tokoh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan harapan agar pengembangan Blok Masela memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tanimbar.
“Ini adalah momen kebangkitan kami. Semoga aliran gas dari perut bumi Maluku ini juga membawa aliran kesejahteraan bagi anak cucu kita nanti,” ujarnya.
Dimulainya pembangunan PSN Blok Masela menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor energi nasional sekaligus menandai langkah baru percepatan pembangunan ekonomi di Maluku, dengan harapan manfaat investasi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat dan dunia usaha.

















