Luwuk Three Fakta News-Seorang perempuan inisial CK yang mengaku suami PT di laporkan kepolisi, diduga serobot tanah orang dan membangun rumah di tanah tersebut. CK dilaporkan dengan nomor: STTPS/20/1/2026/Satreskrim Polres Morowali Utara, dengan laporan dugaan tindak pidana penyerobotan lahan di Desa Tinompo, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morut.
CK diduga mendirikan rumah di tanah orang lain tanpa izin dapat dijerat sanksi pidana penyerobotan tanah Pasal 385 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun, tentang penyerobotan dan penguasaan tanah tanpa hak secara melawan hukum.
Pengakuan CK yang menyatakaan adalah suami pertama PT adalah hoax atau bohong dan CK tidak merasa malu yang bisa mencoreng mukanya sendiri. Berani mengatakan sebagai istri pertama PT dan tidak bisa menunjukkan surat nikah hanya katanya-katanya, memang dia itu tidak malu dan tidak tau diri.
Banyaknya asumsi liar di media sosial (medsos) sehingga media ini berupaya menghubungi PT, Minggu (9/8/2026), untuk membongkar hubungannya dengan CK dengan benar dan terang benderang dan yang sebenar-benarnya.
PT mengatakan, awalnya ia ketemu dengan CK disalah satu rumah orang batak di Medan. CK bekerja di rumah tersebut sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT). Saat itu CK mengaku seorang gadis, sehingga terjadilah hubungan berpacaran dengan PT. Namun selidik punya selidik ternyata CK sudah mempunyai anak dari laki-laki lain di Medan yang disembunyikannya secara rapi.
“Saya tidak nyangka bahwa CK sudah mempunyai anak dari laki-laki lain, di kelabui saya, dan diduga CK adalah perempuan yang tidak beres,” kata PT dengan nada tenang.
Singkat cerita CK mengajak PT ke Sulteng dengan rayuan mautnya, yang mengatakan mereka mempunyai rumah tiga unit di Desa Beteleme, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, dan adik dan kakak-kakaknya ia katakan orang kaya dan juga ada sebagai kontraktor.
Ternyata begitu sampe di Desa Korowou di rumah orang tua CK rumah itu samasekali tidak ada alias bohong-bohongan. Katanya cari pekerjaan di sana gampang karna kakak dan adiknya kontraktor gampang kalau hanya kerja kata CK saat itu gampang, namun semuanya itu hanya sorga telinga saja.
Karena anak-anak CK sudah sekolah di Beteleme, sehingga CK berupaya mencetak Akta Kelahiran anaknya dengan cara editan, demi memperlancar anak-anaknya supaya bisa sekolah.
“Kalau memang ada pernikahan saya dengan CK pasti ada surat nikah dan pernikahan itu sangat sakral pasti ada foto-foto dengan Pendeta dan lain-lain saat pernikahan itu,” ujarnya.
Kalau memang yang katanya dibakar atau di musnahkan surat nikah bisa di ganti, karna sekarang ini zaman online semuanya surat-surat sudah gampang di buat. Yang intinya CK tau di Gereja apa mereknya di nikahkan, siapa pendetanya, tanggal, bulan, dan tahun berapa di nikahkan di Gereja tersebut, siapa saksi-saksinya saat pernikahan, itu langsung bisa di cetak dan dikirim lewat email dari Medan ke CK kalau memang ada pernikahan di Gereja. Namun apa yang mau dikirim? karena samasekali tidak ada pernikahan di Gereja.
Merek gereja itu sama di seluruh Indonesia, kalau memang, misalnya di Gereja GPDI di nikahkan, ada Gereja GPDI di Sulteng ini, dan para pendetanya berhubungan erat seluruh Indonesia. Jadi kan gampang kalau hanya urus surat-surat. Kalau sekarang ini tidak ada lagi yang susah kalau cuman urus surat-surat, yang intinya ada bukti pernikahan, dan Gereja yang menikahkan tersebut pasti akan ada disimpan filenya kalau memang ada, dan itu tidak akan ada karena tidak ada sama sekali pernikahan.
“Intinya suami istri itu harus ada surat nikah yang mengikat, kalau hanya katanya-katanya itu tidak benar,” bebernya.
“Saat di Medan bersama CK kumpul-kumpul dulu, saya kaget tiba-tiba CK buat Kartu Keluarga (KK) dan KTP elektronik. Saya tanya, kenapa bisa kau urus ke Dukcapil KK dengan KTP tanpa surat nikah?. CK menjawab semuanya gampang orang Dukcapil teman saya bisa diatur gampang itu,” terangnya.
Sehingga berdasarkan KK dan KTP tersebutlah yang mengatakan bahwa CK istri PT dan tidak ada pernikahan Gereja sama sekali. Sehingga dengan KK itulah modalnya ke Dukcapil Kabupaten Morut untuk di pindahkan dari penduduk Medan.
“Yang saya paling kaget bisa di urus CK di Medan Akta Kelahiran anaknya yang paling besar tanpa ada surat nikah ke Dukcapil Tebing Tinggi, luar biasa jaringannya. Sementara saya sendiri anak lahir di Medan tidak ada jaringan saya begitu, yang katanya dia urus bersama temannya,” tuturnya
Nah disini Dukcapil Morut tidak bisa kita salahkan, karena Dukcapil melihat data yang ada dari Medan, sehingga Dukcapil Morut dengan tidak susah untuk memindahkannya dari Medan ke Morut berdasarkan data tersebut. Sehingga berdasarkan KK tersebut Dukcapil Morut menerbitkan KK dan KTP, CK bersama anak-anaknya, dan juga menerbitkan Akta Kelahiran dua anaknya yang nama dan marga saya tercantum di KK dan Akta Kelahiran tersebut.
“Tiba-tiba anak-anak CK mengirim Akta Kelahiran tersebut kepada istri saya dan disampaikan sama saya, karena saya mempunyai data ganda,” imbuhnya.
Berdasarkan data tersebut kata PT, ia langsung menjumpai Kadis Dukcapil Morut bersama istrinya, dan menanyakan kenapa bisa diterbitkan KK dan Akta Kelahiran di Morut tanpa ada pernikahan.
Sementara Kadis Dukcapil Morut mengatakan pada saat itu, sewaktu menerbitkan Akta Kelahiran dan KK ini kami sudah minta sama CK surat nikah. Ia berjanji kepada kami akan mengantarkan surat nikah tersebut sehingga kami terbitkan KK dan Akta Kelahiran ini. Namun sudah hampir satu bulan janjinya belum diantar-antar itu surat nikah. Artinya kata Kadis memang benar tidak ada itu surat nikah.
“Jadi kalau memang bapak komplin terkait ini, dan tidak ada pernikahan dengan CK kami akan ganti saja, karna untuk buat KK dan Akta Kelahiran modal utamanya harus ada surat nikah dan itu aturannya,” kata Kadis saat itu.
Kembali lagi saat kumpul-kumpul di Beteleme lanjut PT, saat itu karena bersama-sama dari Medan, orang melihat pada umumnya seperti suami istri padahal semuanya adalah hanya rekayasa dan sandiwara. Namun demikian sebagai laki-laki PT berupaya cari pekerjaan dan memberi makan semua anak-anak CK bahkan membiayai untuk sekolah.
Namun gayung bersambut, terjadilah perselisihan antara CK dan PT. Anaknya yang nomor dua memukul PT dengan tendangan kakinya. Bahkan adik CK mengancam-ancam PT dengan senjata tajam (sajam) jenis parang serta seluruh anak-anak CK mau mengeroyok PT.
Padahal saat itu PT sudah membeli sepeda motor 4 unit, disebabkan ada rezeki PT untuk membeli sepeda motor. Dua unit Sepeda Motor Merek Bead, satu unit merek Revo, dan satu unit merek Blade dan di berikan sama anak-anak CK untuk di pake ke sekolah dan juga sama CK satu unit.
“Akibat adanya perselisihan tersebut, saya keluar dari rumah dan yang saat itu saya bertugas di Banggai Kepulauan (Bangkep) dan kembali ke sana dan tidak pulang-pulang lagi,” katanya.
Menurut PT, untuk apa pulang karena dirinya dengan CK tidak ada hubungan pernikahan dan hanya kumpul-kumpul saja, sehingga PT menikah dengan seorang perempuan dengan nikah sah di Gereja dan nikah sah di Dukcapil.
“Saat itu tahun 2019 suasana adanya virus covid 19, saya dengar informasi bahwa sepeda motor yang 4 unit itu sudah di jual CK. Saya kaget padahal setengah mati saya bayar kreditnya, namun CK dengan gampang menjualnya, dan yang empat unit itu atas nama saya semua,” ujarnya.
Jadi dari situ bisa kita lihat sambung PT, CK adalah perempuan penguras laki-laki. Mungkin karena kampungnya di Beteleme dan keluarganya terkumpul di situ bisa sesuka hatinya dengan gampang menjual empat unit sepeda motor.
“Ini belum semua saya bongkar, jika mengulah lagi CK di Medsos, akan saya bongkar semua aibnya sewakta di Medan. Bagi orang-orang di Medsos yang tidak tau permasalahan sudah saya screenshot semua komen-komennya, dan akan segera saya lapor dengan kasus pencemaran nama baik,” tandas PT.

















