Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Ancaman “Ritual Sakti” Hantam Proyek Masela: Jika Tuan Rumah Pulau Marsela Tak Dilibatkan Dalam Pelatakan Batu Pertama.

1859
×

Ancaman “Ritual Sakti” Hantam Proyek Masela: Jika Tuan Rumah Pulau Marsela Tak Dilibatkan Dalam Pelatakan Batu Pertama.

Sebarkan artikel ini

Jakarta Three Fakta News -Ancaman menggema di balik mega proyek gas nasional Blok Masela. Ruben Kelabora, tokoh adat sekaligus Sekretaris Jenderal Perkumpulan Masyarakat Kepulauan Babar (PEMASKEBAR), angkat bicara dengan nada tegas bagai petir di siang bolong.

Pria yang juga merupakan Tokoh Masyarakat Adat Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) asal Pulau Marsela ini mengeluarkan peringatan keras yang berpotensi menghantam rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dijadwalkan pada 16 Juli 2026 .

Example 300x600

“Kami, masyarakat adat Pulau Marsela, adalah TUAN RUMAH yang sah untuk Blok Migas Abadi Masela ini!” seru Kelabora dengan lantang.

Ia menuntut keterlibatan pihaknya dan Pemerintah Daerah MBD dalam setiap prosesi sakral, terutama saat groundbreaking di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).

Bagi Kelabora, ini bukan sekadar formalitas, melainkan harga diri dan pengakuan atas nama pulau leluhur mereka-Marsela, yang kini melegenda sebagai lokasi ladang gas raksasa .

“Mengapa kami harus dihadirkan? Karena nomenklatur yang dipakai adalah nama pulau kami!” tegasnya.

“Kami adalah daerah penghasil sekaligus daerah terdampak. Jika Pemerintah daerah MBD dan tokoh adat Marsela tidak dilibatkan sebagai menghadiri Peletakan batu Pertama, kami menyatakan keberatan yang sekeras-kerasnya!” .

Suara lantang ini bukan tanpa konsekuensi. Dalam pernyataan eksklusifnya, Ruben Kelabora mengirimkan sinyal ancaman yang mencekam:

Jika aspirasi ini diabaikan oleh Pemprov Maluku, Pempus, Kementerian SDM, SKK Migas, hingga operator raksasa Jepang, INPEX, maka pihaknya akan mengambil langkah ekstrim .

“Kami akan menyatakan sikap dengan memboikot seluruh kerja Blok Migas Abadi Masela,” ancamnya. “Cara kami? Kami akan melakukan upacara ritual adat sakti untuk menghilangkan GAS ABADI yang ada di perut bumi kandungan Pulau Marsela!” ujarnya, menggetarkan .

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten KKT dan aparat keamanan terlihat terus mematangkan persiapan, bahkan menggelar rapat maraton untuk menyambut rencana kunjungan Presiden RI .

Namun, Kelabora meminta semua pihak untuk menahan diri melaksanakan Ridwal Sakti hingga ada keputusan bersama yang melibatkan Tokoh adat hadir pada pelatakan Batu Pertama sebagai perwakilan Tuan Rumah Marsela.

“Ini adalah harapan kami. Kami tunggu respons!” pungkasnya, memberi jeda bagi semua pihak sebelum badai Ridwal Adat Sakti benar-benar meletus sebagai pengingat Semua Pihak dalam Pelatakan Batu Pertama Blok Masela tersebut.

Ruben Kelabora :082260400295

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!