Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Kajari Touna: Pancasila Sebagai Ideologi Yang Hidup

102
×

Kajari Touna: Pancasila Sebagai Ideologi Yang Hidup

Sebarkan artikel ini

Touna Three Fakta News-Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tojo Una-Una (Touna), Dr. Rizky Fahrurrozi, SH, MH., bertindak sebagai inspektur upacara (irup) pada peringatan Hari Lahir Pancasila, di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Touna, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (1/6/2026).

Dalam sambutannya, Kajari Touna membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI Yudian Wahyudi menyampaikan kegiatan tersebut mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” yang merupakan nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Example 300x600

Menurutnya, Pancasila adalah sebagai jangkar moral dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

“Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” kata Kajari.

Di samping itu kata dia, Pancasila juga menjadi fondasi dari kebijakan luar negeri yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang dianut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

Oleh sebab itu lanjutnya, Kepala BPIP RI berperan dalam memediasi konflik regional dan konsisten menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah sebagai ejawantah dari sila kedua Pancasila yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Pada kesempatan itu, Kajari mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology).

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” pesannya.

Kajari menuturkan, Kepala BPIP RI juga mengajak para menteri dan kepala daerah untuk memastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan pada keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan rakyat merasa ditinggalkan.

“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita, dan mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya,” tutup Kajari mengakhiri amanat Kepala BPIP RI.***

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!