Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Tinus Rumgewur: Sepak Bola Adalah Persaudaraan, Jangan Sampai Fanatisme Fans Menghancurkan Kebersamaan

84
×

Tinus Rumgewur: Sepak Bola Adalah Persaudaraan, Jangan Sampai Fanatisme Fans Menghancurkan Kebersamaan

Sebarkan artikel ini

Jakarta Threr Fakta News-Euforia sepak bola selalu menghadirkan kegembiraan bagi jutaan penggemar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun, semangat mendukung tim atau pemain favorit tidak seharusnya berubah menjadi permusuhan, saling menghina, bahkan memutus tali persaudaraan hanya karena perbedaan pilihan.

Pernyataan tersebut disampaikan Tinus Rumgewur, yang mengajak seluruh pencinta sepak bola di Indonesia terlebih khusus Keluarga Besar Sofyanin, untuk menyikapi setiap hasil pertandingan dengan dewasa dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Example 300x600

Menurut Tinus, setiap negara yang tampil di turnamen dunia telah melalui proses seleksi yang panjang dan kompetitif. Karena itu, seluruh tim yang berhasil mencapai putaran final sesungguhnya merupakan tim-tim terbaik di dunia.

“Semua tim yang tampil di putaran final sudah melewati proses yang sangat berat di wilayah dan benuanya masing-masing. Karena itu, jangan menganggap remeh tim yang tidak menjadi juara. Mereka tetap termasuk yang terbaik di dunia,” ujar Tinus lewat pernyataan tertulis, Senin (20/7/2026)

Ia menegaskan bahwa dalam setiap kompetisi hanya akan ada satu tim yang keluar sebagai juara. Sementara tim lainnya harus menerima hasil pertandingan dengan lapang dada sebagai bagian dari olahraga.

“Juara hanya satu. Kalau tim yang kita dukung belum menjadi juara, kita harus menerimanya dengan ikhlas. Yang menang memang layak diapresiasi, sedangkan yang kalah tetap patut dihormati.”

Tinus mengingatkan bahwa fanatisme merupakan hal yang wajar selama tidak berubah menjadi sikap berlebihan yang memicu kebencian, provokasi, perundungan di media sosial, maupun konflik di kehidupan nyata.

Menurutnya, tidak ada alasan bagi sesama masyarakat Indonesia untuk bermusuhan hanya karena mendukung tim nasional yang berbeda.

“Kita ini hanya penggemar. Jangan sampai hanya karena berbeda tim favorit lalu saling membenci. Spanyol atau Argentina juga tidak akan memberikan kita apa-apa. Tetapi saudara kita sendiri akan selalu ada bersama kita.”

Ia juga mengajak masyarakat untuk kembali memaknai sepak bola sebagai hiburan yang mampu menyatukan berbagai bangsa, budaya, bahasa, dan agama, bukan sebaliknya menjadi sumber perpecahan.

“Sepak bola itu hiburan. Turnamen besar datang beberapa tahun sekali. Kalau kali ini belum juara, masih ada kesempatan di turnamen berikutnya. Mari kita tetap kompak dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari tanpa membawa permusuhan hanya karena hasil pertandingan,” katanya.

Lebih lanjut, Tinus memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah berjuang di kompetisi internasional. Menurutnya, kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari olahraga.

“Kita hormati tim yang menjadi juara. Tim yang belum berhasil juga telah memberikan perjuangan terbaiknya. Semua hasil harus diterima dengan sikap sportif karena itulah esensi olahraga.”

Tinus berharap para penggemar sepak bola di Indonesia dapat menjadi suporter yang berkelas dengan menghormati lawan, menghindari ujaran kebencian, dan tidak menjadikan media sosial sebagai ruang untuk saling menyerang.

“Persahabatan jauh lebih berharga daripada memenangkan perdebatan di media sosial. Tidak ada trofi bagi suporter yang paling banyak menghina pendukung lain. Yang sesungguhnya menang adalah mereka yang mampu menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.”

Ia menutup pesannya dengan mengajak seluruh pencinta sepak bola untuk terus menjaga persatuan.

“Sepak bola akan terus melahirkan juara baru dari waktu ke waktu. Tetapi persaudaraan yang tetap terjaga adalah kemenangan yang paling bernilai. Mari kita jadikan sepak bola sebagai sarana mempererat persatuan, saling menghormati, dan menikmati indahnya olahraga tanpa kehilangan nilai kemanusiaan. Salam kompak untuk kita semua.”

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!