Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Kapolda Sulteng Ikuti Rakor Terkait Pencegahan Karhutla Arahan Wakapolri Secara Virtual

68
×

Kapolda Sulteng Ikuti Rakor Terkait Pencegahan Karhutla Arahan Wakapolri Secara Virtual

Sebarkan artikel ini

Palu Three Fakta News-Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah (Sulteng), Irjen Pol Nasri mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) terkait pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., bersama Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki secara virtual, di aula Rupatama Lantai 2 Mapolda Sulteng, Kamis (30/7/2026)

Rakor tersebut, juga diikuti Wakapolda Brigjen Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Irwasda Kombes Pol Purwanto Puji Sutan, Karo Ops Kombes Pol Giuseppe Reinhard Gultom, serta para Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng lainnya. Sementara para Kapolresta dan Kapolres jajaran mengikuti dari masing-masing Mako.

Example 300x600

Rakor tersebut juga dihadiri unsur Kementerian dan Lembaga terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulteng, di antaranya Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB, Basarnas, serta instansi terkait lainnya.

Kegiatan tersebut menjadi forum konsolidasi nasional dalam menyatukan strategi dan langkah antarlembaga menghadapi puncak musim kemarau, yang diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September 2026, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan, bahwa sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Polri terus memperkuat langkah mitigasi sejak tahap prabencana melalui pendekatan pencegahan berbasis data, kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan kesiapsiagaan personel di lapangan.

“Seluruh jajaran Polri juga diperintahkan untuk memperbarui pemetaan wilayah rawan Karhutla, memverifikasi setiap titik panas (hotspot) secara langsung di lapangan, memperkuat sistem peringatan dini (early warning system), serta mengoptimalkan patroli terpadu bersama TNI, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan masyarakat,” tutur Wakapolri.

Selain itu kata dia, penguatan pengawasan dilakukan melalui pemanfaatan command center yang telah terintegrasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memantau hotspot secara real time.

Wakapolri menjelaskan, penggunaan teknologi seperti drone, kamera pengawas (CCTV) di pos-pos pantau, serta sistem informasi kebakaran juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini agar setiap potensi kebakaran dapat segera diverifikasi dan ditangani sebelum meluas.

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan, Rakor tersebut merupakan bentuk respons cepat Polri dalam menerjemahkan arahan Presiden ke dalam langkah operasional yang terukur, terintegrasi, dan berorientasi pada pencegahan.

“Arahan Presiden menjadi pedoman bagi Polri untuk memperkuat mitigasi sejak dini. Seluruh jajaran telah bergerak melalui patroli terpadu, penguatan deteksi dini, kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Kabid Humas.

Tujuannya adalah lanjutnya, untuk mencegah kebakaran sebelum meluas sekaligus mengurangi dampak El Nino terhadap masyarakat.

“Kami berharap, melalui Rakor ini seluruh instansi dapat semakin memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam mencegah serta menangani Karhutla secara cepat, tepat, dan terpadu, sehingga masyarakat tetap terlindungi dan kelestarian lingkungan di Sulteng maupun wilayah Indonesia lainnya dapat terjaga,” tandas Kabid Humas.***/PAR

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!