Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Demo BEM UI di Jakarta Bawa Lima Tuntutan, Desak Turunkan Harga BBM hingga Hentikan Program MBG

198
×

Demo BEM UI di Jakarta Bawa Lima Tuntutan, Desak Turunkan Harga BBM hingga Hentikan Program MBG

Sebarkan artikel ini

Jakarta Three Fakta News -Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia bersama sejumlah mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta dan Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan lima tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah, mulai dari desakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Example 300x600

Lima poin tuntutan tersebut merupakan hasil konsolidasi seluruh BEM fakultas di lingkungan Universitas Indonesia. Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan agenda tuntutan telah dirumuskan bersama sebelum aksi berlangsung.

“Jadi ada lima pokok tuntutan kami besok. Sudah dirangkum berdasarkan konsolidasi BEM seluruh fakultas di UI,” kata Dimas, Kamis (11/6/2026).

Menurut Dimas, aksi tersebut terbuka bagi masyarakat umum dan tidak memiliki keterkaitan dengan kelompok tertentu.

“Tidak menutup atau memberikan batasan. Di samping itu kita tidak tergabung atau terafiliasi dengan massa mana pun,” ujarnya.

Adapun lima tuntutan yang dibawa mahasiswa meliputi penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, penghentian praktik militerisme di ranah sipil, serta desakan agar pemerintah mengakui kesalahan dan tidak lagi menghindari tanggung jawab.

Kelima poin tersebut menjadi substansi utama yang disampaikan mahasiswa dalam demonstrasi.

 

Rute Massa Berubah ke Arah DPR

Di tengah pelaksanaan aksi, rombongan mahasiswa yang berangkat dari Kampus UI Depok tidak langsung menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI) sebagaimana rencana awal.

Berdasarkan pantauan dari salah satu rombongan, bus yang mengangkut mahasiswa berangkat sekitar pukul 10.30 WIB. Namun setibanya di kawasan Semanggi, kendaraan tidak diarahkan menuju Bundaran HI dan justru bergerak ke arah Dukuh Atas sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Gedung DPR RI.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, membenarkan adanya perubahan jalur tersebut. Ia menjelaskan sebagian peserta aksi masih berada di sekitar Kantor TVRI sambil menunggu kelompok mahasiswa lain yang terpisah selama perjalanan.

“Kita sedang diskusi bagaimana agar bisa ke Bundaran HI dan yang terpisah untuk gabung lagi konsolidasi,” kata Athof.

 

Polisi Jelaskan Alasan Pengalihan Lokasi

Polda Metro Jaya menyatakan kawasan Bundaran HI tidak diperuntukkan sebagai lokasi penyampaian aspirasi karena merupakan pusat aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan berbagai aktivitas publik yang berlangsung di kawasan tersebut menjadi pertimbangan utama pengalihan massa aksi.

“Iya, memang kita ketahui bahwa seputaran Bundaran HI itu bukan merupakan tempat yang untuk menyampaikan aspirasi. Karena memang ada kegiatan-kegiatan perekonomian, kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya. Sehingga kita sama-sama memaklumi, memahami untuk saling menghormati,” ujar Budi di Gedung DPR RI, Jumat.

Menurut Budi, Direktorat Intelijen Polda Metro Jaya telah berkoordinasi dengan penyelenggara aksi terkait pemindahan titik demonstrasi ke lokasi lain yang dinilai lebih memungkinkan.

“Dan kami juga dari Direktorat Intelijen sudah berkomunikasi untuk mengalihkan titik tadi di Bundaran HI bisa di sekitar Patung Kuda ataupun di depan DPR MPR. Sehingga aspirasinya juga tersampaikan dengan baik dan ini juga dilindungi oleh undang-undang,” kata Budi.

Pihak kepolisian menegaskan penyampaian pendapat di muka umum tetap mendapat perlindungan hukum, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan aktivitas publik di lokasi yang digunakan.***/PETRUS

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!