Jakarta Three Fakta News-Perguruan Yayasan Solagracia Duan Lolat Berkei Saumlaki, yang menaungi Sekolah Tinggi Teologi Injili Saumlaki (STTIMASS) dan Sekolah Menengah Agama Kristen Saumlaki (SMAKSS), secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.
Langkah ini disertai penawaran kemitraan strategis untuk memastikan pembangunan megaproyek gas bumi ini berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal.
Pernyataan sikap dan rencana kerja sama ini disampaikan setelah forum diskusi akademis internal serta kunjungan strategis perwakilan yayasan ke Jakarta guna bertemu langsung dengan manajemen Inpex Masela Ltd, Senin (6/7/2026).
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan groundbreaking Blok Masela. Ini adalah kabar baik sekaligus harapan besar bagi lompatan kemajuan di Tanimbar. Proyek ini bukan sekadar industri pengelolaan gas, melainkan batu pijakan peradaban baru yang wajib melibatkan masyarakat lokal sejak awal,” ungkap Pendiri Yayasan Solagracia, Yusak Weriratan, melalui via seluler dari Jakarta.
Berbeda dengan sikap pasif yang kerap diambil pihak lain, lembaga pendidikan ini merumuskan Empat Pilar Langkah Taktis sebagai landasan kerja sama dengan Inpex dan pemerintah:
1. Penyelarasan Kurikulum Berdaya Saing Global: Merekonstruksi materi pembelajaran di STTIMASS dan SMAKSS agar selaras dengan kebutuhan industri modern, menguasai teknologi, serta membangun karakter unggul lulusan lokal.
2. Transformasi CSR Berbasis Investasi Jangka Panjang: Mengusulkan pergeseran dari bantuan sosial sesaat menuju skema beasiswa berjenjang S1 hingga S3, serta pendanaan riset potensi daerah.
3. Formalisasi Kemitraan Industri-Akademisi: Menargetkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk membuka akses magang eksklusif, penelitian bersama, dan sertifikasi keahlian yang diakui industri.
4. Edukasi dan Transparansi Publik: Siap menjadi mitra penyebar informasi akurat tentang proyek, serta menjamin penghormatan terhadap hak adat dan tata kelola berprinsip Good Corporate Governance (GCG).
Yusak menambahkan, sinergi ini diharapkan menjadi cetak biru nasional bagi daerah di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). “Kekayaan alam Tanimbar harus dikelola beriringan dengan peningkatan martabat manusia lokal. Kami tidak ingin putra-putri daerah hanya menjadi penonton di tanah sendiri,” ucapnya.
Langkah proaktif ini menegaskan bahwa dukungan terhadap Blok Masela bukan sekadar persetujuan pembangunan, melainkan upaya memastikan hasil kekayaan alam tersebut kembali memberdayakan masyarakat Tanimbar secara berkelanjutan.

















