Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

KBMTR: Di Antara Semangat Persatuan & Kevakuman Kepemimpinan-Gelombang Kebangkitan atau Keruntuhan yang Tak Terelakkan

86
×

KBMTR: Di Antara Semangat Persatuan & Kevakuman Kepemimpinan-Gelombang Kebangkitan atau Keruntuhan yang Tak Terelakkan

Sebarkan artikel ini

Maluku Three Fakta News -Lahir dari ketulusan hati para putra daerah Maluku Tenggara Raya yang merindukan persatuan. Dilahirkan di halaman kediaman Penasehat Damianus Takndare di Ciluar, Bogor, Jawa Barat.


Dulu bernama Orang Tenggara Asli (OTA), berubah menjadi Maluku Tenggara Raya (MTR), hingga akhirnya resmi terdaftar di Kemenkumham sebagai Keluarga Besar Maluku Tenggara Raya (KBMTR).

Organisasi ini tumbuh, berkembang, dan menyentuh level nasional. Namun hari ini? Semangat itu tampaknya perlahan padam. Legalitas belum sempurna, wilayah belum dikukuhkan, dan kepemimpinan terasa buntu. Apakah KBMTR akan tetap berdiri tegak, atau perlahan lenyap ditelan waktu?
‎‎
‎Asal Mula: Lahir dari Hati, Berkibar ke Seluruh Negeri

Example 300x600

‎Kisah ini bermula dicetuskan oleh Petrus Livurngorvaan di wahtsapp grup akhirnya beranjak dari sebuah pertemuan sederhana namun bermakna dalam di kediaman Damianus Takndare, Penasehat yang menjadi saksi kelahiran sebuah harapan baru.

Awalnya bernama Orang Tentara Asli (OTA), seiring berjalannya waktu berubah menjadi Maluku Tenggara Raya (MTR)-nama yang merekam identitas dan kebanggaan. Satu tahun berlalu, barulah organisasi ini memperoleh pengakuan negara, terdaftar secara resmi di Kemenkumham dengan nama lengkap: Keluarga Besar Maluku Tenggara Raya (KBMTR).

‎Di periode pertama, di bawah kendali Ketua Umum Barce Rumfaan, bersama Pengurusnya yang gesit, organisasi ini menunjukkan taringnya. Persatuan dan solidaritas bukan sekadar kata-kata dalam anggaran dasar. ia mejiwai setiap sanubari pengurus dan anggota.

Semangat adat Tenggara Raya empat Pilar yang kental menjadi darah yang mengalir di nadi organisasi, mendorongnya tumbuh pesat hingga mencapai cakupan nasional, selaras dengan misi untuk menjadi rumah bersama putra-putri Maluku Tenggara Raya di seluruh Indonesia.

‎ Titik Balik: Musyawarah Tanpa Pendahulu, Kuasa Uang Menggantikan Adat?

‎Namun roda organisasi terus berputar, dan saat pergantian kepemimpinan tiba, muncul tanda tanya besar. Sebuah Musyawarah Nasional digelar-namun tidak melibatkan para pendahulu secara lengkap.

Proses itu berjalan, namun terasa ganjil. Banyak yang merasakan: seolah-olah kekuatan finansial mengambil alih kendali, bukan kebijaksanaan para Pendiri, Dewan Pelindung, Penasehat, Pengawas dan Pembina. Sebagian bahkan menyebutnya terasa seperti dikudeta.

‎Meski begitu, rasa adat Tenggara Raya yang lekat menjadi penenang. Semua memilih memahami, memberi ruang, dan berharap: siapa pun yang memegang tampuk, ia akan membawa KBMTR melangkah lebih jauh. Harapan itu tulus-organisasi ini harus mampu merangkul, menaungi, dan meningkatkan taraf hidup anggota di setiap bidang, dari pusat hingga daerah.

‎ Realita Pahit: Hampir Satu Periode, Visi-Misi Masih Sekadar Janji

‎Kini, hampir satu periode kepemimpinan Ketua Umum baru berjalan. Namun janji-janji itu tampaknya belum menemukan jalan wujudnya. Belum ada kemajuan berarti dalam meneruskan visi dan misi organisasi secara profesional.
‎Justru sebaliknya-banyak hal yang justru tertahan, terhenti, dan terabaikan.

‎”Delapan wilayah provinsi yang berhasil dibentuk Kepengurusan lama “atas kolaborasi semua lini” melalui Bidang OKK, hingga detik ini belum dikukuhkan. Padahal, pengukuhan itu adalah landasan berpijak demi eksistensi KBMTR,” ungkap Petrus, mantan Kepala Bidang Humas DPP KBMTR, dengan nada berat.

‎Kondisi ini bukan sekadar keterlambatan, ini adalah penghambat utama keberadaan organisasi. Tanpa pengukuhan wilayah, struktur organisasi ibarat rumah tanpa fondasi. Bisa roboh kapan saja.

‎ Legalitas Belum Sempurna: Bagaimana Negara Mengakui Organisasi yang Sendiri Belum Lengkap?

‎Lebih memprihatinkan lagi, legalitas DPP KBMTR sendiri belum utuh. Belum ada koneksi resmi dengan Kemendagri. Tanpa itu, bagaimana mungkin ormas ini dapat diakui secara penuh oleh negara? Bagaimana setiap kegiatan dapat memiliki payung hukum yang kuat di setiap tingkatan pengurus?

‎”DPP saja seakan mati dan vakum. Bagaimana di daerah-daerah?” begitu suara yang bergema dari banyak pengurus.

‎Jika pusatnya lemah, apakah mungkin cabang-cabangnya dapat tumbuh kuat? Jika di atas tidak ada arah, bagaimana di bawah dapat berjalan lurus?

Landasan & Cara Membesarkan KBMTR Secara Profesional: Solusi di Tengah Kekhawatiran

‎Organisasi seperti KBMTR yang berakar pada adat, persaudaraan, dan semangat kedaerahan-bukan tidak dapat dikelola secara profesional. Justru keduanya harus berjalan beriringan.

Berikut adalah landasan dan langkah konkret untuk membangkitkan dan membesarkan KBMTR secara sehat, kuat, dan berkelanjutan:

‎1. Kembalinya Musyawarah yang Sejati

‎- Musyawarah adalah jantung budaya Maluku Tenggara Raya. Tidak boleh ada keputusan besar tanpa kehadiran dan restu para pendahulu, Pendiri organisasi, Dewan Pelindung, Penasehat, Pengawas dan Pwmbina.
‎​
‎- Setiap Musyawarah Nasional harus dihadiri oleh unsur pendiri, penasehat, dan perwakilan daerah secara proporsional. Keputusan harus mufakat, bukan suara mayoritas yang mematikan suara lainnya.

‎2. Penuntasan Legalitas sebagai Prioritas Utama

‎- Segera lengkapi seluruh administrasi hukum: dari Kemenkumham hingga Kemendagri, agar KBMTR memiliki kedudukan hukum yang kuat dan diakui negara di seluruh wilayah Indonesia.
‎​
‎- Setiap perubahan pengurus, anggaran dasar, dan rumah tangga harus segera dilaporkan dan dicatatkan secara hukum agar tidak terjadi kekosongan kekuasaan dan tanggung jawab.

‎3. Pengukuhan Wilayah. Tanpa Itu, Tidak Ada Kekuatan

‎- Segera proses dan tetapkan pengukuhan delapan wilayah provinsi yang telah terbentuk. Jangan biarkan kerja keras para pendahulu dan pengurus daerah sia-sia.
‎​
‎- Berikan mandat, wewenang, dan tanggung jawab yang jelas kepada setiap wilayah. Buat jadwal pengukuhan bertahap dengan jadwal yang pasti dan transparan.

‎4. Manajemen Keuangan yang Bersih, Terbuka, & Akuntabel

‎- Hilangkan anggapan bahwa “uang bisa mengambil alih”. Buat sistem keuangan yang transparan: laporan masuk-keluar dana dibukukan, diperiksa, dan disampaikan secara terbuka kepada pengurus dan anggota.
‎​
‎- Pisahkan harta pribadi dengan harta organisasi. Setiap pengeluaran harus ada pertanggungjawaban. Kepercayaan anggota adalah modal terbesar organisasi.

‎5. Menghidupkan Kembali Visi-Misi yang Terhenti

‎- Evaluasi apa yang sudah dan belum dilakukan. Buat rencana kerja yang konkret, terukur, dan realistis-bukan sekadar slogan indah.
‎​
‎- Fokus pada peningkatan kesejahteraan anggota: pelatihan kerja, kewirausahaan, beasiswa pendidikan, bantuan sosial-hal-hal yang dirasakan manfaatnya secara nyata oleh anggota di daerah.

‎6. Komunikasi Terbuka- Pusat- Daerah Saling Menyambung

‎- Jangan biarkan DPP terkesan vakum. Bangun saluran komunikasi yang aktif antara pusat dan daerah. Informasi harus mengalir dua arah-bukan satu arah dari atas ke bawah.
‎​
‎- Dengarkan suara daerah. Masalah yang terjadi di tingkat akar rumput adalah hal yang paling penting untuk didengar dan diselesaikan.

‎7. Menjaga Roh Adat – Tanpa Itu, KBMTR Bukan Lagi KBMTR

‎- Profesionalisme tidak berarti meninggalkan adat. Justru adat Tenggara Raya harus menjadi landasan moral dan etika dalam setiap keputusan. Hormati para pendahulu, junjung tinggi persaudaraan, dan luruskan niat: semuanya dilakukan untuk kebaikan bersama, bukan keuntungan pribadi atau kelompok tertentu.


PENUTUP

‎KBMTR lahir bukan dari ambisi kekuasaan, melainkan dari ketulusan hati untuk bersatu. Ia tumbuh karena semangat persaudaraan yang tak bisa dibeli dengan uang. Hari ini, organisasi ini berada di persimpangan jalan: satu arah menuju kebangkitan yang lebih kuat, profesional, dan bermartabat; arah lain menuju kepunahan karena kelalaian dan ketidakpedulian.

‎Para pendahulu telah menanam benih. Para pengurus masa kini yang harus menyiramnya. Kembalilah pada musyawarah, tuntaskan legalitas, kukuhkan wilayah, kelola dengan jujur, dan jangan pernah lupa dari mana kalian berasal. Jika itu dilakukan, KBMTR tidak hanya akan bertahan. ia akan berkibar lebih tinggi dari sebelumnya.

‎”Bukan kekuatan uang yang menjaga organisasi tetap berdiri, melainkan kekuatan persaudaraan yang dibangun di atas kejujuran dan rasa adat yang tak pernah pudar.”Pungkas Petrus Livungorvaan.

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!