Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
TNI POLRI

KA SPN Polda Sulteng Ulas Transformasi Pendidikan Polri Kurikulum OBE Melalui Podcast Presisi

101
×

KA SPN Polda Sulteng Ulas Transformasi Pendidikan Polri Kurikulum OBE Melalui Podcast Presisi

Sebarkan artikel ini

Palu Three Fakta News-Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), Kombes Pol Seminar Sebayang, menjadi narasumber talkshow Podcast Presisi Polda Sulteng, di Mapolda Sulteng, Kamis (6/8/2026).

Didampingi Danki Pengasuh IPTU Hariyanto, mereka membahas transformasi pendidikan Polri melalui penerapan kurikulum Outcome Based Education (OBE) untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan profesional.

Example 300x600

Podcast yang dipandu BRIPKA Muzdalifah itu mengangkat tema “Transformasi Pendidikan melalui Kurikulum Outcome Based Education (OBE), SPN Polda Sulteng Siapkan SDM Unggul dan Profesional.”

Pada kesempatan itu, Kombes Seminar Sebayang menegaskan, pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan Polri sehingga harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman khususnya menyikapi anak-anak didik kita yang sudah masuk pada gen “Z”.

Menurutnya, kurikulum OBE berorientasi pada capaian kompetensi setiap peserta didik. Seluruh proses pembelajaran dirancang agar lulusan memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan harapan masyarakat.

“Kurikulum OBE ini berorientasi pada Outcome, yaitu menghasilkan Bintara Polri yang profesional sebagai pelaksana tugas-tugas kepolisian yang berkarakter kebhayangkaraan, menjunjung tinggi HAM, demokratis dan humanis, yang kelak akan bertugas di SPKT (Sentra Pelayanan KepolisianTerpadu),” terang Kombes Seminar.

Peraih Hoegeng Awards 2025 kategori Polisi Berintegritas itu menjelaskan, profesionalisme harus berjalan beriringan dengan integritas. Penerapan kurikulum OBE juga diperkuat dengan pengawasan melalui aplikasi Learning Management System (LMS) yang menjadi sarana kontrol terhadap proses pembelajaran.

“Jadi, penerapan kurikulum OBE ada indikator dan matriks yang harus dipenuhi sebagai bentuk kontrol dari Lemdik Polri,” katanya.

Selain itu, Kombes Seminar Sebayang juga menerapkan pola pembinaan bertajuk “Pendekar”, akronim dari PENyayang, DEdikasi, dan KARakter. Konsep tersebut menjadi landasan pembentukan karakter siswa agar mampu memberikan pelayanan yang humanis serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.

“Karakter kebhayangkaraan yang baik akan melahirkan pelayan masyarakat yang baik dan meningkatkan kepercayaan publik,” ujarnya.

Dalam implementasi OBE, ia menyebut komposisi pembelajaran di SPN Polda Sulteng terdiri atas 30 persen teori dan 70 persen diskusi serta praktik. Pola tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang siap menjalankan tugas sejak dilantik menjadi anggota Polri. Selain itu, siswa juga didorong menguasai teknologi digital dengan memanfaatkan gadget maupun laptop sebagai sarana belajar.

Ia menururkan, penggunaan perangkat digital diperlukan agar peserta didik dapat mencari referensi di luar modul pembelajaran. Menurutnya, metode itu akan memperluas wawasan sekaligus membiasakan siswa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Dalam proses diskusi mereka dituntut mencari literatur tambahan sehingga penggunaan gadget dan laptop menjadi bagian dari pembelajaran,” tandasnya.

Sementara itu, IPTU Hariyanto mengatakan sistem pendidikan di SPN Polda Sulteng kini mengedepankan pendekatan yang humanis tanpa kekerasan, rasisme, maupun kekerasan verbal.

“Para gadik, instruktur dan pengasuh dibekali pelatihan khusus agar mampu mengoprasionalkan kurikulum OBE ini, serta dilakukan anev setiap minggu,” kata Hariyanto.

Melalui Podcast Presisi, SPN Polda Sulteng kata dia, ia ingin memperkenalkan arah baru pendidikan Polri kepada masyarakat. Langkah itu diharapkan melahirkan personel yang unggul, profesional, dan berintegritas. KA SPN pun mengajak generasi muda yang bercita-cita menjadi anggota Polri untuk mempersiapkan diri sejak dini.

“Kami berkomitmen mencetak SDM Polri yang unggul, profesional, berintegritas, bebas kekerasan dan pungli, sehingga lulusan kurikulum OBE benar-benar siap mengabdi kepada masyarakat,” tutup Haryanto.***/PAR

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!