Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Opini

Jangan Alergi Suara Sumbang: Membungkam Kritik yang Obyektif Adalah Pengkhianatan Terbesar.

34
×

Jangan Alergi Suara Sumbang: Membungkam Kritik yang Obyektif Adalah Pengkhianatan Terbesar.

Sebarkan artikel ini

​Oleh: Redaksi

Jakarta Three Fakta News -​Ada tradisi berbahaya yang pelan-pelan sedang merayap dan menggerogoti tatanan sosial kita di Bumi Duan Lolat: kecenderungan untuk menganggap setiap suara kritis sebagai musuh Ketika sebuah koreksi meluncur di ruang publik bahkan melalui media sosial.

Bahkan respons instan dari pihak-pihak tertentu bukanlah introspeksi, melainkan sikap defensif, Stigmatisasi, dan pemberian label “provokator” ​Ini adalah logika yang sesat dan berbahaya.

Example 300x600

​Kontrol sosial sama sekali bukan bentuk perlawanan, apalagi upaya merusak tatanan adat. Sebaliknya, kritik adalah wujud tertinggi dari kepedulian terhadap kampung halaman.

Seseorang berbicara karena ia peduli; seseorang mengkritik karena ia menolak melihat tanah kelahirannya berjalan menuju jurang ketidakadilan.

​Fakta Tak Perlu Dibungkus, Harus Dibongkar

​Kita harus berani jujur melihat kenyataan yang terjadi di Tanimbar. Menutupi kebobrokan dengan dalih menjaga “kondusivitas” atau “kehormatan adat” hanyalah bentuk manipulasi publik.

Buat apa fakta dibungkus rapi jika di dalamnya membusuk? Fakta harus dibongkar secara terang-benderang di atas meja transparansi.

​Langkah seorang perempuan yang baru-baru ini menyuarakan kritiknya di media sosial bukanlah ancaman. Itu adalah cermin.

Narsisus mati karena jatuh cinta pada bayangannya sendiri, dan sebuah daerah akan mati secara perlahan jika hanya mau mendengar pujian kosong.

​”Orang yang mau menerima masukan adalah orang yang memiliki keberanian untuk membenahi diri. Sebaliknya, pemimpin atau kelompok yang anti-kritik sedang menunjukkan rapuhnya legitimasi yang mereka miliki.”

​Hentikan Penghakiman Tanpa Pemahaman

​Yang ironis, ketika sebuah kritik viral di media sosial, publik dan para penentu kebijakan justru sibuk menggiring vonis. Sebelum memahami dengan benar objek dan substansi yang dikritik, tuduhan “provokatif” sudah melayang lebih dulu.

​Ini adalah bentuk pengerdilan nalar publik:

​Jika tidak paham masalahnya, jangan ikut menghakimi.

​Jika tidak memiliki argumen pembanding, jangan gunakan kekuasaan atau stempel adat untuk membungkam.

​Membalas kritik dengan serang personal atau framing jahat hanyalah tanda kepanikan mental. Sikap yang bijaksana dalam menghadapi kritik tajam bukanlah membalasnya dengan benteng permusuhan, melainkan membuka ruang dialog yang sehat dan bermartabat.

​Maju Tak Gentar Membela Kebenaran

​Bumi Tanimbar berdiri di atas pilar-pilar keberanian, keadilan, dan rasa kekeluargaan yang saling menguatkan, bukan saling membungkam. Menjadikan warga sendiri sebagai “musuh” hanya karena mereka bersuara keras di media sosial adalah langkah mundur yang merusak masa depan Tanimbar.

​Mari ubah cara pandang kita. Kontrol sosial adalah vitamin bagi demokrasi lokal dan benteng terakhir dari kesewenang-wenangan. Karena bagi siapa pun yang terus menyuarakan kebenaran demi kemajuan daerah: Maju tak gentar.

Sebab mencintai Tanimbar tidak pernah berarti harus diam melihat ketidakbenaran.

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!