Tanimbar Three Fakta News-Sebuah perahu kayu bermesin ketinting yang mengangkut 14 penumpang tenggelam di perairan menuju Pulau Selu, Kecamatan Wermaktian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIT. Insiden tersebut mengakibatkan satu korban meninggal dunia setelah sempat dilaporkan hilang.
Korban diketahui bernama Thomas Kadung (42), Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Themin. Jenazah korban ditemukan pada Rabu (8/7/2026) setelah pencarian intensif yang dilakukan warga bersama pihak terkait.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perahu berangkat dari Desa Kamatubun menuju Pulau Selu dengan membawa enam penumpang dewasa dan delapan anak-anak. Di tengah perjalanan, cuaca memburuk disertai gelombang tinggi yang menghantam perahu hingga akhirnya tenggelam.
Saat peristiwa terjadi, sebuah perahu nelayan yang melintas di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan. Sebanyak 13 penumpang, termasuk seluruh anak-anak, berhasil diselamatkan. Sementara itu, Thomas Kadung dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus ketika proses evakuasi berlangsung.
Usai kejadian, masyarakat dari sejumlah desa sekitar bergerak melakukan pencarian secara swadaya. Di saat bersamaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Tanimbar berkoordinasi dengan Basarnas dan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Maluku untuk mengoptimalkan penanganan insiden tersebut.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Basarnas dan Polairud untuk memastikan penanganan insiden ini berjalan maksimal serta memberikan dukungan kepada keluarga korban,” ujar perwakilan BPBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Rabu (8/7/2026). Namun, saat ditemukan, Thomas Kadung sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di laut, terutama ketika cuaca tidak bersahabat. Masyarakat pesisir diimbau untuk memperhatikan prakiraan cuaca, tidak melebihi kapasitas angkut perahu, serta melengkapi perjalanan dengan peralatan keselamatan guna meminimalkan risiko kecelakaan di perairan.

















