Saumlaki Three Fakta News -Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar terus mempercepat pemerataan akses listrik di wilayah-wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik konvensional.
Melalui program Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sejumlah desa dan dusun terpencil akan segera menikmati pasokan energi listrik yang lebih memadai dalam dua tahun ke depan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Brampi Moriolkosu, saat menerima awak media di ruang kerjanya, Kamis (25/6/2026).
Menurut Moriolkosu, pembangunan PLTS terpusat yang telah menyelesaikan proses pelelangan dan siap memasuki tahap konstruksi akan dilaksanakan di lima lokasi, yakni Desa Lingada, Romnus, Labobar, Nurkat, dan Dusun Namralan.
“Pekerjaan ini sudah selesai proses pelelangan. Dalam waktu dekat akan masuk pada tahap pembangunan fisik sehingga masyarakat di desa-desa tersebut dapat memperoleh akses listrik yang lebih baik,” ujar Moriolkosu.
Berdasarkan hasil tender, proyek pembangunan PLTS tersebut dimenangkan oleh PT Arca Energi yang akan mengerjakan pembangunan PLTS terpusat di lima titik tersebut.
Program ini dinilai menjadi langkah strategis Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur energi.
Dilanjutkan Tahun 2027
Tak berhenti pada tahun ini, Pemerintah melalui Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar juga telah menyiapkan pengembangan proyek energi terbarukan untuk tahun 2027.
Untuk kategori PLTS Terpusat, pembangunan direncanakan menyasar: Desa Wandakou, Desa Teineman.
Sementara untuk kategori PLTS Komunal, pembangunan akan dilakukan di: Desa Watmasa
Moriolkosu menegaskan bahwa program elektrifikasi berbasis energi surya merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pembangunan ekonomi desa.
“Ketersediaan listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi masyarakat, hingga pengembangan usaha produktif di desa,” katanya.
Energi Bersih untuk Pulau-Pulau Terluar
Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil menghadapi tantangan tersendiri dalam penyediaan energi listrik.
Karena itu, pemanfaatan energi surya dianggap sebagai solusi yang efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses jaringan listrik konvensional.
Dengan dimulainya pembangunan PLTS di sejumlah desa tersebut, pemerintah dan pemerintah daerah berharap kesenjangan akses energi antarwilayah dapat terus diperkecil, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat hingga ke daerah-daerah terluar Tanimbar.

















