Saumlaki Three Fakta News -Ketua PDK Kosgoro 1957 Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang juga Ketua DPD BAPERA Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Fransiskus Rangkore, mengajak generasi muda mempersiapkan diri dengan meningkatkan keterampilan, kompetensi, dan jiwa kewirausahaan agar mampu menangkap peluang ekonomi yang lahir dari pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela.
Ajakan tersebut disampaikan Rangkore dalam keterangan tertulis yang diterima Three Fakta News, Rabu (15/7/2026). Menurutnya, keberhasilan proyek migas berskala nasional tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kesiapan sumber daya manusia lokal dalam mengambil peran pada berbagai sektor ekonomi yang akan berkembang di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Rangkore menilai momentum groundbreaking LNG Abadi Blok Masela merupakan tonggak sejarah yang telah lama dinantikan masyarakat. Karena itu, euforia menyambut dimulainya proyek harus diiringi dengan komitmen membangun kapasitas diri agar manfaat investasi dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.
“Silakan bergembira dengan cara masing-masing menyambut sejarah yang sekian lama dinantikan. Namun yang perlu menjadi pertanyaan adalah, apakah dukungan itu akan terus terjaga atau justru ke depan kembali memunculkan persoalan. Karena itu, semangat kita harus tetap seirama dengan napas pembangunan,” ujar Rangkore.
Ia menegaskan, pemuda Tanimbar tidak seharusnya hanya berfokus menjadi tenaga kerja di perusahaan migas. Menurutnya, peluang yang lebih luas terbuka melalui kemitraan usaha, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penyediaan barang dan jasa, serta berbagai sektor pendukung yang menjadi bagian dari rantai pasok industri LNG Abadi.
“Agar jangan kita berlarut-larut berebut masuk sebagai pekerja di Inpex. Kita juga harus memikirkan bagaimana bisa menjadi mitra dalam mendukung pembangunan proyek raksasa ini,” katanya.
Rangkore mengingatkan bahwa rendahnya keterampilan dan kemampuan berwirausaha berpotensi membuat masyarakat lokal kehilangan kesempatan menikmati dampak ekonomi yang dihasilkan proyek tersebut.
“Saya khawatir apabila ke depan tidak terakomodasi dan tidak memiliki keterampilan maupun kemampuan berwirausaha, maka akan timbul penyesalan dan akhirnya kembali pada persoalan-persoalan yang tidak kita harapkan,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak pemuda Tanimbar mulai membekali diri dengan kompetensi, keterampilan teknis, serta mental kewirausahaan agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Rangkore juga mengingatkan bahwa pembangunan LNG Abadi Blok Masela akan menghadirkan tenaga kerja, pelaku usaha, dan investor dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Situasi tersebut akan menciptakan persaingan yang semakin kompetitif di sektor ketenagakerjaan maupun dunia usaha.
“Kehadiran mereka tentu akan membawa perubahan dalam pola komunikasi, persaingan usaha, dan pergerakan ekonomi di Tanimbar. Karena itu, generasi muda harus mempersiapkan diri sejak sekarang agar mampu menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton, dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.
Melalui ajakan tersebut, Rangkore menekankan bahwa keberhasilan PSN LNG Abadi Blok Masela tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi yang masuk, tetapi juga oleh kesiapan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing, dan membangun kemitraan usaha agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

















