Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Kantor Syahbandar Pelabuhan Kelas II Luwuk Rakor Bersama Dinas Terkait Tentukan Dermaga di Teluk Lalong Luwuk Menuju Wisata Paisopuk

183
×

Kantor Syahbandar Pelabuhan Kelas II Luwuk Rakor Bersama Dinas Terkait Tentukan Dermaga di Teluk Lalong Luwuk Menuju Wisata Paisopuk

Sebarkan artikel ini

Banggai Three Fakta News-Wisata Danau Paisupok, di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), adalah surga tersembunyi yang terkenal dengan airnya yang sebening kaca. Tempat Wisata itu, dikelilingi hutan tropis, air danau memantulkan warna biru tosca dan hitam pekat. Jika melihat dasar danau dan vegetasi bawah air tersebut terlihat sangat jelas dan indah.

Saat dari Kabupaten Banggai banyak para wisatawan mau berkunjung ke Pasupok. Para jasa kapal-kapal sembarangan dan liar mengambil penumpang tersebut, sehingga perlu ditertibkan dengan baik, agar para wisatawan bisa dengan aman menuju ke Paisupok untuk berlibur.

Example 300x600

Berdasarkan hal tersebut, sehingga Kantor Syahbandar Pelabuhan Kelas II Luwuk, menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait pengawasan kapal wisata dari Luwuk menuju Paisupok, bersama Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pariwisata, pengusaha dan pengguna jasa, di Kantor Syahbandar Pelabuhan Kelas II Luwuk, Kabupaten Banggai, Kamis (11/6/2026).

Kepala Kantor (Kakan) Syahbandar Pelabuhan Kelas II Luwuk, Hasfar. M. SE, MM. mengatakan, alhamdulillah hari ini bisa berkumpul bersama Dishub, Pariwisata membahas kapal wisata menuju Pasipok. Menurutnya, dari dua tahun lalu dirinya sudah konsentrasi, bagaimana kapal-kapal wisata tersebut bisa ditertibkan dengan baik.

“Jadi semua nantinya kapal-kapal wisata menuju Paisupok yang belum memiliki dokumen atau awaknya, hari ini sudah ditentukan pengukurannya yaitu tanggla 17, 18-19 Juni 2026,” kata Hasfar.

Ia menuturkan, terkait Bimbingan Tehnik (Bintek) pengawasan tersebut, rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2026 mendarang. Mudah-mudahan kapal-kapal wisata menuju Paisupok nantinya, sudah dilengkapi dokumen-dokumennya, dan dilengkapi dengan alat-alat keselamatan kapal.

Terkait Asuransi kata dia, pihaknya sudah berupaya mengundang Jasa Raharja, namun belum ada hadir hari ini dan belum tau alasannya. Karena para penumpang dan kapal-kapal yang akan wisata kesna sangat bersentuhan langsung dengan pihak Asuransi.

“Jadi semua penumpang yang ada di Kapal Wisata menuju Paisupok itu, harus ada Asuransinya,” ujarnya.

Terkait titik sandar kapal wisata nantinya kata Hasfar, semuanya atas atensi Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin Tamoreka, yaitu dengan sementara waktu berdekatan dengan LSM GAM sekarang di Teluk Lalong. Jumlah kapal wisata yang akan digunakan diperkurakan diatas 10 kapal dan itu sudah ditentukan.

‘Saat ini kapal-kapal wisata tersebut semuanya masih liar, sehingga mulai hari ini, akan kita tertibkan dengan baik dan ada Dermaganya di Teluk Lalong,” terangnya.

Tentunya naik turunnya penumpang wisata itu sambungnya, akan di pusatkan satu titik saja yaitu di Teluk Lalong Luwuk, sehingga pengawasannya lebih mudah. Personel dari Syahbandar akan ditempatkan di Teluk Lalong, untuk mengasasi kapal wisata itu, jangan sampai lebih dari kapasitas penumpang atau over load,” terang Hasfar.

Sementara Pejabat Fungsional Dinas Pariwisata Banggai, Yuliska labawo menyampaikan, pihaknya nantinya akan mengutamakan kenyamanan para wisata menuju Paisupok agar teratur. Menurutnya, Dinas Pariwisita merupakan fasilitator. Nantinya di Dermaga tersebut akan diatur lebih rapi penataan kapal-kapal wisatanya, UMKM nya, serta penjual-penjual lainnya.

“Nantinya di lokasi Dermaga Kapal Wisata itu, akan ditata dengan baik, rapi dan menarik, sehingga sebelum berangkat ke Paisopuk para wisatawaan betah menunggu jadwal keberangkatan,” kata Yuliska.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih memberikan tahap edukasi kepada masyarakat, terutama kepada pemilik usaha kapal dan motorisnya. Semua penumpang yang akan wisata akan diberikan kenyamanan yang baik salah satunya, sefti keselamatan, sebelum berangkat dari Teluk Lalong.

“Maka nantinya perlu ditentukan jadwal keberangkatan Kapal Wisata, karena informasi jadwal itu sangat penting, dimana letaknya tempat wisata tersebut agak lumayan jauh,” tuturnya.

Ia menyebut, dari Dermaga Teluk Lalong menuju Paisupok memang jatwalnya harus terup date agar para wisata tau jam keberangkatannya. Harga ongkos kapalnya pun harus terjangkau dan penumpangnya juga tidak bisa berlebihan atau oper lood dan bisa membahayakan para wisata.

Sementara Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Banggai, Muksir mengatakan, pihaknya ingin para pelaku jasa wisata itu, mengkoordinir atau membantu menaikkan penumpangnya ke kapal wisata untuk memudahkan para wisata itu sendiri. Termasuk Dinas Pariwisata juga bisa melakukan yang terbaik kepada para penumpang kapal wisata, sehingga mereka senang dan nyaman saat mau berangkat.

“Kami lebih fokos kepada keselamatan para wisata dan jasa transportasi kapal menuju Paisopuk,” ujar Muksir

Menurutnya, semua kapal-kapal wisata harus sandar dengan baik di Dermaga Teluk Lalong, supaya jangan ada kapal-kapal yang liar-liar dan mengambil penumpang wisata lain. Disamping itu, kapal-kapal wisata tersebut, akan melengkapi dokumen-dokumennya termasuk motoris dan lain-lainya.

“Sebagai Dinas Perghubungan kami tetap mengawasi sesuai dengan kewenangan kami dan tetap berkoordinasi dengan pihak Syahbandar. Terkait kewengan di laut tentu instansi lain yang tangani,” tandas Muksir.***/PAR

 

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!