Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Prof Zainal Abidin Pimpin Doa Bersama Lintas Agama Pascagempa Magnitudo 6,7 Guncang Wilayah Sulteng

15
×

Prof Zainal Abidin Pimpin Doa Bersama Lintas Agama Pascagempa Magnitudo 6,7 Guncang Wilayah Sulteng

Sebarkan artikel ini

Palu Three Fakta News-Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah (Sulteng), Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, memimpin doa bersama lintas agama bersama para pemuka agama Kristen, Katolik, Hindu dan Budha serta ribuan masyarakat, di lapangan Imanuel Palu, Jumat (19 Juni 2026) malam.

Kehadiran massa yang masif tersebut menyatu dalam agenda akbar doa bersama lintas agama gempa Sulteng bertajuk “Satu Doa, Satu Hati, dan Satu Aksi” yang diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Provinsi Sulteng. Kegiatan tersebut digelar sebagai wujud solidaritas mendalam pascagempa bermagnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulteng pada Selasa 16 Juni lalu.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Prof. Zainal menyampaikan, kegiatan di lapangan Imanuel ini awalnya direncanakan sebagai konser rohani dalam rangka perayaan Paskah. Namun, begitu gempa bumi melanda, ia langsung mengarahkan kepanitia untuk mengubah total konsep acara demi menghormati para korban.

“Situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk kita lakukan. Karena saudara-saudara kita, baik yang seiman maupun yang tidak seiman sedang tertimpa musibah, sehingga kita juga harus merasakan penderitaan orang lain,” kata Prof Zainal.

Menurutnya, indikator utama dari hati yang bersih adalah kemampuan dalam ikut merasakan penderitaan orang lain. Hal ini menjadi ajaran seluruh agama.

Di dalam Matius misalnya kata Prof Zainal, ada salah satu ayat yang mengajarkan agar mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Hari ini mari di tunjukkan itu, bahwa saling mengasihi saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah.

“Kita berdoa bersama, kita minta kepada Tuhan yang Maha Esa agar saudara-saudara kita itu, dikuatkan, diberikan ketabahan, kesabaran, untuk menghadapi ujian ini,” pesannya.

Pada kesempatan itu, Prof. Zainal juga mengajak seluruh masyarakat bumi Tadulako untuk memandang musibah tersebut sebagai alarm untuk memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial.

“Sebagai satu keluarga besar masyarakat Sulteng, kita turut merasakan duka yang dialami saudara-saudara kita, khususnya di Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong,” terangnya.

Ia juga sangat mengapresiasi yang tinggi kepada Ketua panitia pelaksana, Hendrik G Lyanto atau Ko Aceo yang menginisiasi kegiatan tersebut. Sosok seperti Ko Aceo telah memberikan keteladanan bagaimana kepedulian itu harus ditebar kepada siapa saja tanpa memandang agama, suku, budaya, dan latar belakang orang yang ingin ditolong.

“Jangan lagi melihat agama, jangan lagi melihat suku, jangan lagi melihat budayanya. Jangan lagi melihat dia berbeda dengan kita. Karena yang kita lihat, dia adalah manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutup Prof. Zainal.

Sementara Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, sangat mengapresiasi kolaborasi FKUB dan BAMAG. Menurutnya, momentum tersebut luar biasa untuk memperkuat persatuan, berkaca pada pengalaman gotong royong saat menghadapi bencana kelam tahun 2018 silam.

“Olehnya, saya mengajak seluruh masyarakat yang memadati lapangan ini, untuk menyanyikan lagu Torang Samua Basudara dan Indonesia Pusaka,” tutur Gubernur.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua Dewan Penyantun Bamag Sulteng, Hendrik G Lyanto menyampaikan, atas restu Gubernur dan FKUB, mereka tidak hanya menggelar doa bersama hari ini, tetapi sudah bergerak menyalurkan bantuan tahap awal ke wilayah Palolo, serta mendistribusikan ribuan dus mie instan ke berbagai desa terdampak tanpa memandang latar belakang agama kelompok tertentu.

Prosesi sakral malam itu diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin secara bergantian oleh para pemuka agama perwakilan dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Isak tangis dan rasa haru pecah di tengah lapangan, mengisyaratkan bahwa perbedaan suku, ras, dan teologi tidak lagi berjarak ketika dipertemukan oleh panggilan kemanusiaan. ***/PAR

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!