Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
TNI POLRI

AS Kapolri Tegaskan Penerimaan Akpol 2026 Tidak Ada Kuota Khusus

96
×

AS Kapolri Tegaskan Penerimaan Akpol 2026 Tidak Ada Kuota Khusus

Sebarkan artikel ini

Palu Three Fakta News-Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Biro Sumber Daya Manusia (Ro SDM), mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) penerimaan taruna/taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran (TA) 2026, secara virtual melalui zoom meeting, di kediaman Kepala Biro (Karo) SDM Polda Sulteng, Kombes Pol Anton Sudjarwo, Minggu (7/6/2026) malam.

Kegiatan tersebut, dipimpin langsung oleh Asisten (As) Kapolri Bidang SDM), Irjen Pol Anwar, dari Mabes Polri, di Polda sulteng diikuti oleh Karo SDM Kombes Pol Anton Sudjarwo, Kabid Humas, Kombes Pol Djoko Wienartono, serta pejabat terkait yang terlibat dalam proses penerimaan terpadu anggota Polri TA 2026.

Example 300x600

Dalam arahannya, As SDM Kapolri menegaskan, bahwa seluruh tahapan seleksi penerimaan Taruna/Taruni Akpol TA 2026 harus dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Menurutnya, penerimaan Taruna/Taruni Akpol tahun 2026 ini hanya dilaksanakan melalui satu jalur, yakni jalur reguler nasional.

“Tidak terdapat jalur khusus maupun kuota tertentu seperti kuota Mabes, kuota khusus, kuota HAR atau bentuk kuota lainnya,” kata As SDM Kapolri.

Ia menuturkan, pola rekrutmen tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan proses seleksi yang adil, objektif, dan terbuka bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa yang ingin mengabdikan diri sebagai perwira Polri.

“Pola rekrutmen seperti ini sudah sangat sesuai dengan harapan masyarakat, kelompok LSM, Kompolnas, Ombudsman, serta Tim KPRP yang selama ini turut membantu Polri dalam melakukan monitoring terhadap pelaksanaan rekrutmen Polri T.A 2026,” terangnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Wienartono mengatakan, bahwa penegasan dari As SDM Kapolri tersebut, menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam menjaga integritas dan kredibilitas proses rekrutmen anggota Polri.

“Melalui kebijakan satu jalur reguler nasional dan tanpa adanya kuota maupun jalur khusus, masyarakat tidak perlu ragu terhadap proses seleksi yang sedang berjalan,” imbuh Kombes Djoko.

Kombes Djoko menjelaskan, seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing secara sehat berdasarkan kemampuan dan hasil yang diperoleh selama tahapan seleksi. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengaku dapat membantu meluluskan peserta dengan imbalan tertentu.

“Kepada seluruh peserta dan orang tua agar tidak mempercayai oknum yang menjanjikan kelulusan. Rekrutmen Polri dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel dan humanis. Kelulusan ditentukan oleh kemampuan peserta sendiri, bukan karena adanya bantuan dari pihak manapun,” tegasnya.

Ia berharap, seluruh tahapan seleksi penerimaan Taruna/Taruni Akpol TA 2026 dapat berjalan dengan lancar, objektif, dan menghasilkan calon-calon perwira Polri yang berkualitas. Proses seleksi tersebut mampu melahirkan generasi perwira Polri yang unggul, berintegritas, profesional, serta memiliki semangat pengabdian yang tinggi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Saya juga berharap kepercayaan masyarakat terhadap proses rekrutmen Polri semakin meningkat karena seluruh tahapan dilaksanakan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” tandas Kabid Humas.***/PAR

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!